Cara Agar Makanan yang Mengandung Santan Bisa Menjadi Lebih Sehat

Makanan yang Mengandung Santan

Makanan yang Mengandung Santan – Konsumsi makanan ber – santan merupakan hal yang lumrah terjadi. Untuk mencegah lebih banyaknya dampak buruk dari makanan ini terhadap tubuh, perlu diketahui trik pengolahan yang tepat.

Baca juga : 9 Cemilan Sehat Untuk Diet Di Kantor

Menurut para ahli gizi, makanan apapun yang mengalami pemanansan berulang pasti akan mengurangi nilai gizi bahkan ada yang bisa memperngaruhi kesehatan.

Baca juga : Kuliner Khas Timur Tengah yang Populer

Untuk makanan ber – santan yang kerap hadir sebagian sajian khas Lebaran, bila dipanaskan terlalu sering atau mengalami proses pemasakan yang panjang akan mengubah kandungan lemak di dalamnya menjadi lemak jenuh.

Baca juga : Resep Strawberry Latte ala Korea

“Lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke,” kata Christina.

Tuang Santan Terakhir

Christina berbagi trik agar makanan yang menggunakan santan aman untuk tubuh. Pertama, menuang santan paling terakhir.

Baca juga : 5 Kue Ini Bisa Menggugah Jiwa Ngemil Si Kecil Lho!

“Memasak santan sebenarnya tidak perlu terlalu lama, karena jika santan dimasak terlalu lama maka santan akan mengeluarkan minyak dan lapisan minyak inilah yang berbahaya karena mengandung lemak jenuh,” katanya dalam pesan elektronik.

Baca juga : 5 Hal ini Tak Akan Lagi Kita Temukan di Food Court Setelah New Normal

Alangkah baiknya, kata Christina, membuat makanan bersantan untuk satu kali santap saja. Sehingga, meminimalisasi proses pemanasan yang berulang.

Baca juga : ‘Nasty Patty’ Burger Racikan SpongeBob Bisa Dinikmati di Dunia Nyata

Bila memang harus dipanaskan, sebisa mungkin dengan panas minimal. Sehingga tidak terbentuk lapisan minyak di atasnya.

Baca juga : Rekomendasi Kuliner Semarang yang Paling Terkenal!

Pada saat banyak mengonsumsi makanan bersantan, pastikan juga untuk mengonsumsi makanan kaya serat dan konsumsi air putih dalam jumlah banyak. Selain itu, pastikan juga kamu tetap melakukan aktivitas fisik walau hanya di rumah saja.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *